Taman Nasional Tanjung Puting: Prinsip Manajemen Keberlanjutan pada Ekowisata


Sumber: RexNewsPlus

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi yang terletak di Teluk Pulai, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Indonesia. Taman Nasional ini memiliki luas sekitar 415.040 hektar dan merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati, seperti  proboscis monkey (monyet belanda), harimau sumatra, berbagai spesies burung, reptil, beragam jenis flora, hingga spesies ikoniknya, yaitu orangutan Bornean (Pongo Pygmaeus). Dalam hal ini, Taman Nasional Tanjung Puting menawarkan pengalaman wisata melalui penggabungan keindahan alam dengan upaya pelestarian satwa langka. Selain itu, Tanjung Puting juga dikenal karena kegiatan ekowisata yang mendukung konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.


Ekowisata di Taman Nasional Tanjung Puting

Sumber: VisitKotawaringinBarat.id


Ekowisata adalah konsep pariwisata yang menggabungkan kegiatan kunjungan alam dengan pembelajaran terkait keanekaragaman hayati serta ekosistem, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ekowisata di Taman Nasional Tanjung Puting berfokus pada pemberian pengalaman wisata terkait keindahan alam dan pentingnya pelestarian lingkungan. Kegiatan wisata dilakukan secara ramah lingkungan dan bertanggung jawab. Wisatawan datang untuk berinteraksi dengan alam, belajar terkait konservasi hutan tropis, restorasi habitat, serta ikut berpartisipasi dalam upaya perlindungan satwa liar. Kegiatan wisata yang paling populer di destinasi ini adalah tur perahu (sampan) di Sungai Sekonyer, yang memungkinkan pengunjung untuk menyusuri hutan rawa dan mengamati orang utan serta satwa liar lainnya. Selain itu, wisatawan juga berkesempatan mengamati satwa yang ada melalui jalur trekking. Destinasi wisata ini juga menyediakan fasilitas akomodasi yang ramah lingkungan, berupa homestay dan penginapan yang dikelola oleh masyarakat lokal. Hal ini memberikan pengalaman wisata yang lebih otentik bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Terkait dengan hal tersebut, ekowisata ini dapat berperan mendukung konservasi alam, namun juga tetap menguntungkan ekonomi daerah.


Prinsip Manajemen Berkelanjutan pada Ekowisata Taman Nasional Tanjung Puting

Dalam menjaga keseimbangan antara pengelolaan sumber daya alam dan pemanfaatan ekonomi melalui pariwisata, ekowisata pada Taman Nasional Tanjung Puting sangat menekankan prinsip manajemen berkelanjutan. Penekanan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan, pemberian manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat, serta meminimalkan dampak negatif terhadap alam. Berikut adalah prinsip manajemen yang mendukung keberlanjutan ekowisata.

  1. Partisipasi masyarakat lokal.

Manajemen Taman Nasional Tanjung Puting melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra dalam pengelolaan wisata. Di mana, masyarakat berperan pada berbagai kegiatan ekowisata, seperti pemandu wisata, pengelolaan akomodasi, hingga pelatihan konservasi. Terkait dengan hal tersebut, program pelatihan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam manajemen wisata dan konservasi, yang berpeluang dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat peran masyarakat lokal dalam pelestarian alam.

  1. Pengawasan dan regulasi wisata secara ketat.

Manajemen Taman Nasional Tanjung Puting dilakukan dengan sistem pengawasan yang ketat terhadap jumlah wisatawan yang datang, guna menjaga kelestarian alam dan mencegah kerusakan ekosistem. Pengelola menetapkan batasan jumlah wisatawan per tahun dan mewajibkan wisatawan untuk mengikuti pedoman yang ada. Pengawasan ini dilakukan sebagai upaya dalam memastikan bahwa kegiatan wisata tidak merusak lingkungan atau mengganggu kehidupan satwa liar.

  1. Konservasi berbasis komunitas.

Manajemen Taman Nasional Tanjung Puting melibatkan masyarakat lokal untuk berperan dalam pengelolaan program utamanya, yaitu pusat rehabilitasi orangutan. Hal ini bertujuan agar terbentuk komunitas masyarakat yang mendukung konservasi melalui upaya pemulihan dan pengembalian satwa ke alam liar. Program ini melibatkan pengetahuan lokal dan keahlian masyarakat lokal untuk merawat dan melindungi satwa.

  1. Pendanaan berkelanjutan untuk konservasi.

Manajemen Taman Nasional Tanjung Puting menetapkan sebagian dari pendapatan yang diperoleh, digunakan untuk mendukung program konservasi di Taman Nasional Tanjung Puting. Pendanaan ini mencakup biaya operasional untuk pemantauan satwa liar, program rehabilitasi orangutan, serta kegiatan restorasi habitat hutan rawa. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa ekowisata mampu selaras dalam pemberian manfaat ekonomi dan pelestarian alam jangka panjang.

  1. Edukasi lingkungan.

Manajemen Taman Nasional Tanjung Puting melibatkan edukasi aktif melalui program pendidikan bagi wisatawan, terkait pentingnya perlindungan terhadap hutan tropis dan satwa liar, hingga upaya yang dapat dilakukan untuk berkontribusi dalam pelestarian alam. Selain itu, edukasi pada masyarakat lokal juga diterapkan melalui pelatihan tentang keberlanjutan dan konservasi.


Kesimpulan

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi dan ekowisata yang terletak di Teluk Pulai, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Indonesia. Ekowisata di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi salah satu contoh penting terkait pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta dapat berjalan seiring untuk mendukung pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat lokal, dan keberlanjutan ekonomi. Pengelolaan Taman Nasional dilakukan berdasarkan prinsip manajemen keberlanjutan, melalui upaya melibatkan partisipasi masyarakat lokal, pengawasan dan regulasi wisata yang ketat, konservasi berbasis komunitas, pendanaan berkelanjutan untuk konservasi, hingga edukasi lingkungan. Terkait dengan hal tersebut, penerapan prinsip manajemen keberlanjutan pada ekowisata menjadi kunci untuk memastikan upaya peningkatan ekonomi melalui pariwisata tidak mengorbankan kelestarian lingkungan. Manajemen keberlanjutan diharapkan dapat meningkatkan pelestarian alam melalui pariwisata berbasis ekowisata, yang juga akan memberikan dampak positif bagi ekonomi dan sosial masyarakat. Di mana, tanpa pengelolaan manajemen yang tepat, ekowisata justru dapat mengancam kelestarian alam.



Comments

  1. Emang bagus banget tempat wisata yang melestarikan satwa dan alam kayak gini 👍🏻👍🏻 semoga semakin berkembang

    ReplyDelete
  2. Wah mantap di Kalimantan… 👍🏻👍🏻

    ReplyDelete
  3. Bisa nih jalan-jalan ke Taman Nasional Tanjung Puting sambil melestarikan lingkungannya dan belajar budaya setempat dengan ekowisata

    ReplyDelete
  4. Banyakin tempat" kyk gini pliss biar ga bosen jalan" ke situ" aja + bkin alam makin lestari jugaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts