Semakin Viral, Desa Wae Rebo Memberikan Kontribusi Positif pada Perekonomian Daerah
Sumber: Come2Indonesia.com
Wae Rebo merupakan desa adat yang terletak di Satar Lenda, Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Desa adat ini secara resmi diakui sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2021 dan juga merupakan lokasi konservasi warisan budaya UNESCO. Lokasi Wae Rebo yang berada 1.200 meter di atas permukaan laut, menyajikan keindahan panorama yang memukau hingga memicu julukan baru untuk destinasi ini, yaitu sebagai Desa di Atas Awan. Hal ini menjadikan Desa Wae Rebo sebagai salah satu destinasi wisata yang terkenal akan keindahan alamnya.
Selain itu, kekayaan budaya, tradisi adat, maupun pola kehidupan tradisional masyarakatnya juga menjadi daya tarik wisatawan untuk melakukan kunjungan. Di mana, Desa Wae Rebo memiliki 7 rumah utama yang dikenal sebagai rumah adat "Mbaru Niang", berbentuk kerucut dan terbuat dari bambu serta daun lontar. Sementara itu, untuk kehidupan masyarakatnya, desa ini dihuni oleh 44 keluarga dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian, seperti kopi, cengkeh, dan umbi-umbian. Keindahan dan keunikan tersebut menghasilkan sebuah pandangan positif, baik dari sektor pariwisata maupun budaya global.
Popularitas Desa Wae Rebo mulai meningkat melalui konten pengguna dari berbagai influencer serta wisatawan domestik maupun asing. Di mana, wisatawan mempublikasikan foto maupun video terkait keindahan alam, kebudayaan, serta tradisi di Desa Wae Rebo pada platform media sosial, terutama Instagram, TikTok, dan Youtube. Dominasi konten di media sosial yang menampilkan pemandangan alam dan kekayaan budaya Wae Rebo memberikan daya tarik tersendiri sehingga mampu viral di kalangan masyarakat.
Dampak Positif Popularitas Wae Rebo Terhadap Perekonomian
Peningkatan popularitas Wae Rebo memicu terjadinya peningkatan frekuensi kunjungan perjalanan hingga memicu munculnya peluang dalam perkembangan destinasi. Terkait dengan hal tersebut, kesuksesan Wae Rebo turut berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Berikut adalah dampak positif peningkatan popularitas Wae Rebo terhadap sektor ekonomi.
1. Peningkatan pendapatan masyarakat lokal.
Masyarakat lokal yang didominasi oleh pekerjaan pada sektor pertanian dan kerajinan tangan akan sangat diuntungkan dengan peningkatan popularitas Wae Rebo yang merujuk pada meningkatnya kedatangan wisatawan. Hal ini dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Selain itu, tercipta juga peluang bagi masyarakat lokal untuk penyewaan homestay dan pemandu wisata. Masyarakat juga berpeluang untuk meningkatkan penjualan produk kerajinan tangan, di mana wisatawan yang berkunjung ke suatu destinasi wisata akan cenderung membeli berbagai produk lokal sebagai oleh-oleh.
2. Penciptaan lapangan kerja baru.
Peningkatan popularitas yang merujuk pada kunjungan wisata ke Wae Rebo juga dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor pariwisata. Salah satunya adalah lapangan kerja untuk aspek transportasi, melalui kebutuhan sopir kendaraan yang mengantar wisatawan dari kota menuju Desa Wae Rebo. Selain itu, kebutuhan terhadap layanan dan fasilitas wisata seperti cenderamata dan jasa kebersihan juga berpeluang sebagai penciptaan lapangan kerja baru. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan sektor pariwisata mampu berkontribusi pada pengembangan dan keberagaman perekonomian lokal.
Tantangan dalam Konsistensi dan Pengelolaan Pariwisata di Wae Rebo
Popularitas Desa Wae Rebo tentunya memberikan dampak positif dalam perkembangan sektor pariwisata itu sendiri maupun perekonomian. Namun, penjagaan konsistensi dan pengelolaan pariwisata secara berkelanjutan menjadi tantangan bagi Wae Rebo. Terkait dengan hal tersebut, salah satu masalah terbesar adalah keberlanjutan lingkungan. Di mana, Wae Rebo sangat menekankan pesonanya yang alami, sehingga rentan terhadap kerusakan ekosistem pada saat terjadi peningkatan kunjungan berlebih. Selain itu, terdapat juga risiko terjadinya perubahan dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Hal ini disebabkan dengan banyaknya jumlah wisatawan yang datang, memungkinkan terjadinya adaptasi perilaku yang mempengaruhi gaya hidup masyarakat lokal. Kondisi ini mengakibatkan tingginya probabilitas pemudaran budaya maupun tradisi dan cenderung bergerak secara konsumtif. Oleh karena itu, perlu ada kebijakan yang bijak untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, kelestarian alam, dan manfaat ekonomi yang diperoleh dari pariwisata.
Kesimpulan
Wae Rebo merupakan desa adat yang terletak di Satar Lenda, Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Di mana, desa ini menawarkan pemandangan alam yang indah, kekayaan budaya, tradisi adat, dan pola kehidupan tradisional masyarakatnya sebagai daya tarik utama destinasi ini. Peningkatan popularitas Wae Rebo di media sosial membawa desa ini menjadi salah satu destinasi viral yang paling sering dicari. Hal ini tentunya meningkatkan minat dan probabilitas terjadinya keputusan perjalanan oleh calon wisatawan. Popularitas Wae Rebo ini juga membawa dampak positif dalam meningkatkan perekonomian daerah, melalui peningkatan pendapatan masyarakat meningkat dan penciptaan lapangan kerja baru. Dalam penjagaan konsistensi dan pengelolaan pariwisata Wae Rebo untuk tetap menjadi destinasi popular, terdapat beberapa tantangan, seperti penjagaan kelestarian lingkungan, budaya, hingga tradisi. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk bekerja sama dalam mengelola potensi wisata ini dengan bijak. Upaya pengelolaan yang tepat dan optimal dapat membawa Desa Wae Rebo menjadi destinasi wisata yang menguntungkan secara ekonomi, serta menjaga budaya dan alam.

Desa Wae Rebo ini emang cantik bgt sih keliatannya, masuk wishlist wisata nih!!
ReplyDeleteview looks ethereal! popularitasnya pasti bakal terus meningkat nih
ReplyDeleteSecakep ini tp kok bs byk org blom tau!?
ReplyDeleteDesaa nya terlihatt asrii dan seruu
ReplyDelete