Desa Wisata Tanjung Jaya: Penerapan Integration Marketing Communication (IMC) dalam Pemasaran Wisata
Sumber: MediaIndonesia.com
Desa Wisata Tanjung Jaya atau seringkali dikenal sebagai Desa Wisata Ekraf Tanjung Lesung adalah wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif yang berlokasi di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Desa wisata ini merupakan salah satu bentuk komunitas kewirausahaan sosial berbasis masyarakat. Saat berkunjung kesini, wisatawan akan mendapatkan berbagai opsi wisata, mulai dari olahraga alam, seperti snorkeling dan diving, survival experience dengan pemberian edukasi serta praktik bertahan hidup di hutan maupun pulau, transplantasi terumbu karang, serta kegiatan terkait seni, budaya, dan kerajinan lokal. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan alam pada Pantai Batu Hideung, yang terletak di dekat desa wisata. Opsi kegiatan wisata dan suasana berbudaya menjadikan Desa Wisata Tanjung Jaya sebagai destinasi unik bagi pengunjungnya.
Dalam pengembangan Desa Wisata Tanjung Jaya, dilakukan pemanfaatan sumber daya dan teknologi dalam penyediaan produk, jasa, serta layanan secara optimal untuk meningkatkan daya tarik desa wisata. Salah satu pemanfaatan teknologi ini dilakukan dalam aspek pemasaran, sebagai upaya adaptasi desa wisata terhadap arus digitalisasi yang mendorong perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat menjadi serba digital. Selain itu, desa wisata juga perlu memahami sumber daya alam, keunikan wisata, budaya, melengkapi fasilitas, menyediakan infrastruktur, dan meningkatkan kontribusi lokal untuk mendukung pengembangan desa wisata. Keberhasilan penggunaan teknologi dalam pemasaran serta pemanfaatan sumber daya yang tepat akan memberikan kemampuan bagi desa wisata untuk mempertahankan daya tarik maupun peluang perkembangannya.
Strategi Integrated Marketing Communication untuk Keberhasilan Desa Wisata Tanjung Jaya
Desa Wisata Tanjung Jaya menetapkan penerapan digitalisasi serta keterlibatan masyarakat lokal pada komunikasi pemasarannya melalui strategi Integrated Marketing Communication (IMC). Upaya ini dilakukan untuk menekankan keselarasan pesan dari pihak desa wisata maupun masyarakat lokal, terkait keunikan sumber daya dan opsi wisatanya. Terkait dengan hal tersebut, Desa Wisata Tanjung Jaya telah melakukan tiga upaya pemasaran. Pertama, Desa Wisata Tanjung Jaya melakukan promosi melalui website Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, website Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, serta website Komunitas Desa Wisata (CBT Official). Promosi ini mengkomunikasikan tiga kategori wisata, yaitu atraksi, edukasi, dan kuliner.
Kedua, Desa Wisata Tanjung Jaya melakukan pemasaran media sosial. Terkait hal tersebut, penggunaan media sosial mencakup Instagram, Facebook, Youtube, dan Tik Tok untuk upaya promosi dan pemasaran produk. Penggunaan media sosial didasari oleh perilaku masyarakat, terutama golongan muda cenderung menggunakan media sosial sehingga upaya ini diharapkan mampu menjadi salah satu langkah pendekatan terhadap calon wisatawan. Ketiga, Desa Wisata Tanjung Jaya melibatkan masyarakat lokal dalam pemasarannya. Masyarakat lokal yang sekaligus merupakan pelaku usaha, yaitu penyedia jasa penginapan dan rumah makan, turut berkontribusi dalam pemanfaatan teknologi melalui marketplace, seperti traveloka, tiket, tripadvisor, agoda, planethotels, dan lainnya.
Berdasarkan ketiga upaya tersebut, dapat disimpulkan bahwa Desa Wisata Tanjung Jaya melakukan promosi melalui platform digital, yaitu website, media sosial, dan marketplace. Penerapan digitalisasi yang dilakukan oleh pengelola desa wisata telah menghasilkan perkembangan positif dalam kemampuan menjangkau calon wisatawan. Dalam mengoptimalisasinya, Desa Wisata Tanjung Jaya juga dapat melakukan upaya peningkatan pelayanan, penciptaan citra wisata, dan peningkatan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan wisata yang konsisten. Hal ini dapat menjadi dorongan dalam meningkatkan jumlah pengunjung desa wisata maupun perkembangannya di masa yang akan datang.
Kontribusi Positif Penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) Terhadap Pariwisata
Penerapan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) pada pemasaran Desa Wisata Tanjung Jaya menunjukkan bahwa upaya ini mampu meningkatkan keselarasan pesan dan pengenalan serta daya tarik suatu pariwisata. Terkait dengan hal tersebut, Integrated Marketing Communication (IMC) merupakan pendekatan yang menyatukan berbagai bentuk komunikasi pemasaran untuk penyampaian pesan secara konsisten, jelas, dan terkoordinasi kepada target. Dukungan media digital juga mendorong kesuksesan penerapan strategi IMC dalam beradaptasi pada perubahan perilaku masyarakat yang serba digital. Berikut adalah peran strategi Integrated Marketing Communication (IMC) dalam berkontribusi secara positif bagi pariwisata.
Membangun citra destinasi yang kuat.
Strategi IMC memastikan bahwa isi pesan yang disampaikan kepada masyarakat konsisten di seluruh media komunikasi, baik melalui website, media sosial, maupun upaya komunikasi pemasaran lainnya. Konsistensi dan keselarasan seluruh isi komunikasi pemasaran, terkait keunikan, budaya, atraksi, dan fasilitas dapat menghasilkan citra yang kuat dan menekankan daya tarik suatu destinasi wisata. Terkait dengan hal tersebut, citra wisata dapat memicu ingatan dan pengenalan masyarakat secara positif terhadap suatu destinasi. Bahkan citra yang kuat dapat menghasilkan kemampuan destinasi wisata dalam menjadi “top of mind” masyarakat.
Meningkatkan pengalaman wisata.
Strategi IMC dapat meningkatkan pengalaman wisatawan melalui terjadinya hubungan yang lebih dekat dan terhubung dengan destinasi wisata. Hal ini dapat dilihat ketika masyarakat mendapatkan pesan yang konsisten dan pengalaman yang selaras di berbagai interaksi pemasaran, proses perencanaan perjalanan, hingga tahap di mana masyarakat mampu memastikan kunjungan destinasi. Dengan komunikasi yang terintegrasi, calon wisatawan mendapatkan informasi lengkap tentang apa yang diharapkan dari destinasi, layanan yang tersedia, dan apa yang perlu dipersiapkan untuk melakukan perjalanan. Upaya ini dapat mengurangi kebingungan dan meningkatkan kepuasan wisatawan, yang secara langsung dapat mempengaruhi ulasan positif dan loyalitas.
Meningkatkan daya tarik dan penjualan.
Strategi IMC dapat menciptakan kampanye yang lebih terfokus, melalui komunikasi pesan yang dipadukan dengan promosi khusus, penawaran diskon, maupun program loyalitas. Hal ini tidak hanya menarik wisatawan untuk berkunjung, tetapi juga melakukan kegiatan persuasif untuk meningkatkan probabilitas kunjungan, yang secara langsung berdampak pada keberhasilan penjualan paket wisata, hotel, dan tiket transportasi.
Menjangkau lebih banyak audiens.
Strategi ini membantu pemasaran destinasi wisata untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi. Di mana, setiap saluran komunikasi tentunya memiliki dominasi audiens yang berbeda. Terkait hal ini, pengelola akan tetap menargetkan segmen yang dituju, namun dengan penerapan IMC, strategi ini memungkinkan penyampaian pesan ke berbagai segmen pasar yang lebih luas, di luar target utama.
Peningkatan interaksi dengan masyarakat.
Strategi IMC mendukung interaksi dua arah antara destinasi wisata dan calon wisatawan. Salah satu penerapannya melalui media sosial yang memungkinkan masyarakat untuk berinteraksi dengan pengelola, melalui pertanyaan, konten yang diunggah pengguna, hingga komentar ataupun umpan balik. Peningkatan keterlibatan masyarakat ini dapat memicu terjadinya hubungan yang erat hingga munculnya loyalitas.
Kesimpulan
Desa Wisata Tanjung Jaya adalah salah satu desa edukasi dan ekonomi kreatif di Tanjung Lesung, Banten. Desa ini telah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan penetapan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) secara digital sebagai bentuk adaptasi pada perubahan perilaku digital. Terkait dengan hal tersebut, pemasaran Desa Wisata Tanjung Jaya dilakukan dengan tiga implementasi, yaitu penggunaan media website, media sosial, dan keterlibatan masyarakat lokal. Penerapan digitalisasi dengan strategi IMC telah menghasilkan perkembangan positif dalam kemampuan menjangkau calon wisatawan, melalui keselarasan dan konsistensi isi pesan dalam pemasarannya. Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) berperan secara positif bagi perkembangan pariwisata, melalui 1) pembangunan citra yang kuat, 2) meningkatkan pengalaman wisata, 3) meningkatkan daya tarik dan penjualan, 4) menjangkau lebih banyak audiens, serta 5) peningkatan interaksi dengan masyarakat. Penerapan strategi IMC secara tepat dan efisien dapat menjadi kunci keberhasilan destinasi wisata di era digital.

Selalu terpukau dengan keberagaman Indonesia. Semoga Indonesia semakin berkembang dan dikenal dunia tidak hanya Bali tapi daerah-daerah lainnya
ReplyDeleteWoww baru tau di banten ada desa wisata ini, tadi stalk sosmednya ternyata banyak aktivitas unikk!!
ReplyDeleteKeren banget. Desa ini bisa memanfaatkan sumber daya yg ada secara kreatif dan inovatif serta bisa mempromosikan dgn baik. Ini akan berdampak positif bagi semuanya. Semua ini harus dipertahankan agar tetap lestari sampai waktu yg lama
ReplyDeleteWAHHH, terimakasih kak infonya! bener2 bermanfaat bgttt 👍🏻
ReplyDeleteTempat wisata yang menarik untuk di kunjungi di banten
ReplyDeleteternyata desa juga menarik yaa pariwisatanya
ReplyDelete