Kunci Keberhasilan Pariwisata Lombok: Pengembangan dan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul


Sumber: Shafwah Group


       Pulau Lombok merupakan salah satu keajaiban alam yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pulau ini juga menjadi salah satu dari 10 pulau terbaik Asia, bersama dengan Bali (Survey World’s Best Awards, Travel + Leisure). Lombok dikenal dengan keindahan alam serta berbagai aktivitas wisata, seperti mendaki Gunung Rinjani dan olahraga laut di pantainya. Selain itu, Lombok juga menyajikan aktivitas budaya, penyajian kuliner, kerajinan tangan, serta tradisi lokal yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

        Keunikan dan keindahan Lombok menjadi peluang dalam perkembangannya sebagai tujuan wisata internasional. Perkembangan Lombok dapat dilihat dengan peningkatan infrastruktur dan penetapannya sebagai tuan rumah pada event global, seperti MotoGP, MXGP, WSBK. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah mendukung keberhasilan Lombok dengan penetapan Pulau Mandalika, Lombok sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Dukungan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Lombok untuk mampu mempertahankan dan menyesuaikan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya seiring dengan peningkatan aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif. Pengembangan Sumber Daya Manusia di Lombok         Persaingan dalam industri pariwisata global semakin ketat dan menuntut setiap destinasi untuk mampu beradaptasi serta melakukan inovasi. Tantangan tersebut juga dialami oleh pariwisata Indonesia, sehingga dalam meningkatkan daya saingnya, setiap destinasi wisata di Indonesia terus berlomba untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatanya. Terkait dengan hal ini, Lombok, sebagai salah satu destinasi prioritas di Indonesia memiliki strategi khusus dalam upaya meningkatkan keberhasilannya. Salah satu strategi tersebut dilakukan dengan pemfokusan upaya peningkatan kualitas kunjungan bagi setiap wisatawan. Pendekatan ini diimplementasikan melalui pengembangan dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang bersaing sehingga mampu meningkatkan daya tarik destinasi, mendukung kemajuan sektor pariwisata Indonesia, dan memastikan praktik keberlanjutan.

    Dalam perannya sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), Lombok melakukan Sosialisasi Sadar Wisata 5.0 di Lombok Barat: Desa Buwun Sejati, Desa Senggigi, Desa Meninting; Lombok Timur: Desa Sekaroh, Desa Seriwe; Lombok Utara: Desa Pemenang Barat, Desa Menggala, dan Mataram. Sosialisasi ini dilakukan dengan penanaman modul terkait nilai-nilai sapta pesona, pelayanan prima, dan standarisasi CHSE yang mencakup kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), keselamatan (safety), dan environmental sustainability. Penerapan ini bertujuan untuk memastikan kemampuan dan kapabilitas sumber daya manusia pada desa wisata Lombok, dalam mendukung destinasi menjadi pariwisata berkualitas.

Pentingnya Manajemen dan Pengembangan Sumber Daya Manusia             Keberhasilan pariwisata Lombok hingga saat ini menjadi contoh pentingnya pengembangan dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang tepat pada sebuah destinasi wisata. Di mana kemampuan pemberian kualitas layanan dan pengalaman yang dirasakan wisatawan sangat bergantung pada keterampilan, pengetahuan, dan sikap dari para pelaku industri. Tingkat kompetensi SDM yang unggul pada destinasi wisata dapat memberikan pelayanan yang optimal, menciptakan kenyamanan, serta menjadi dasar citra yang baik. Selain itu, keunggulan manajemen SDM juga dapat berkontribusi dalam pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan melalui penjagaan budaya dan alam. Berikut adalah 4 poin utama yang menunjukkan pentingnya memiliki manajemen dan pengembangan SDM yang bersaing pada industri pariwisata.

1. Meningkatkan pengalaman dan kepuasan wisatawan.     Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul mampu memberikan pengalaman berkunjung yang khusus bagi wisatawan, di mana pihak SDM pada destinasi wisata tersebut akan lebih mampu “memenuhi” ekspektasi wisatawan. SDM yang terlatih dan kompeten mampu memberikan layanan yang ramah, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan wisatawan. Saat SDM dapat meningkatkan pelayanan yang mampu menghasilkan pengalaman positif bagi wisatawan, maka hal ini juga akan berdampak langsung pada kepuasan yang dirasakan.

2. Meningkatkan daya saing dalam industri.       Keunggulan SDM pada suatu destinasi wisata akan memicu kepuasan pelanggan. Terkait dengan hal tersebut, popularitas suatu destinasi juga dapat meningkat akibat citra unggul yang dihasilkan oleh kemampuan SDM dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Popularitas ini akan berdampak positif terhadap daya saing destinasi wisata dalam industri, di mana pada masa kini, masyarakat juga cenderung mempertimbangkan pengalaman layanan dalam memutuskan suatu kunjungan.

3. Mendukung tujuan destinasi jangka panjang.     Pengembangan SDM menjadi suatu langkah yang tepat dalam mencapai keberhasilan jangka panjang. Dengan upaya peningkatan manajemen dan pengembangan SDM pada destinasi, baik melalui sosialisasi, pelatihan, evaluasi, hingga bimbingan, SDM dapat menunjukkan kompetensi yang lebih unggul, adaptif, dan responsif. Hal ini memungkinkan SDM untuk dapat menghadapi berbagai kondisi serta tantangan yang mungkin terjadi di industri pariwisata, yang secara langsung mempengaruhi area wisata yang ditempati. Keunggulan SDM mendukung pertumbuhan destinasi wisata secara berkelanjutan.

4. Meningkatkan peluang perkembangan inovasi pada destinasi wisata. Kemampuan SDM yang dimiliki oleh destinasi wisata juga mempengaruhi kemampuan wilayah tersebut untuk berkembang dan beradaptasi. Keterampilan dan keahlian yang dimiliki mampu membawa destinasi untuk menghadapi perubahan. Hal ini didasari oleh kondisi SDM yang unggul memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dan inovatif sehingga mampu mengidentifikasi peluang inovasi yang dapat mendukung perkembangan destinasi. SDM yang inovatif mampu menjadi salah satu aspek destinasi wisata dalam mencapai keunggulan kompetitifnya.

5. Mengoptimalkan operasional destinasi wisata. Manajemen dan pengembangan SDM yang baik akan menghasilkan pihak yang kompeten, baik secara teknik maupun cara bersikap. Upaya ini mampu meningkatkan keselarasan budaya kerja (antar satu pihak dengan pihak lain), seperti kemampuan bekerja sama dan tujuan yang terintegrasi. Di mana, saat keselarasan budaya kerja dapat diterapkan, hal ini juga akan berpengaruh secara langsung terhadap kemampuan SDM untuk mengoptimalkan kegiatan operasional pada destinasi wisata. Kesimpulan Dalam menjaga keberhasilan pariwisatanya, Lombok memfokuskan strategi dalam pengoptimalan manajemen dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi Sadar Wisata 5.0 di beberapa desa wisata Lombok untuk mencapai keunggulan SDM-nya. Berdasarkan kasus pada destinasi wisata Lombok, dapat disimpulkan bahwa kemampuan manajemen dan pengembangan SDM destinasi wisata merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Hal ini dikarenakan, SDM yang unggul dan bersaing mampu membawa kemampuan destinasi wisata dalam meningkatkan pengalaman dan kepuasan wisatawan, meningkatkan daya saing dalam industri, mendukung tujuan destinasi wisata pada jangka panjang, meningkatkan peluang perkembangan inovasi pada wisata, serta mengoptimalkan operasional destinasi wisata.



Comments

  1. Keren bgt sih! Pantesan pelayanan di Lombok emang toppp 👍🏻

    ReplyDelete
  2. Menarik banget pengen banget bisa disana

    ReplyDelete
  3. Wih bagus bgtttttt menarik juga dari dulu pengen kesana, semoga next bisa kesana

    ReplyDelete
  4. Secepetnya semoga bisa injak kaki di lombok kerennn

    ReplyDelete

Post a Comment